Dalam dunia peridolaan Jepang, ada elemen penting yang tidak hanya sekadar menghibur, tetapi juga menyatukan para penggemar dan meningkatkan semangat idol mereka—ya, itu adalah chant! Chant merupakan sebuah tradisi yang telah mengakar dalam budaya peridolaan Jepang dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman para penggemar (fans) yang mendalam. Namun, apa sebenarnya chant itu dan bagaimana ia memberikan warna dalam setiap penampilan idol? Mari kita simak lebih dalam!
Lantas Apa Itu Chant?
Chant adalah serangkaian teriakan atau sorakan yang disesuaikan dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh idol atau grup idol di panggung. Tidak hanya sekadar berteriak, chant ini terdiri dari kata-kata dan kalimat khusus yang diucapkan atau diteriakkan oleh para penggemar sebagai bentuk dukungan kepada idol favorit mereka. Chant biasanya disertai dengan gerakan tangan atau ritme yang mengikuti musik, menciptakan atmosfer yang sangat enerjik dan penuh gairah.
Chant bukan hanya sekadar teriakan acak. Setiap chant dirancang untuk mengekspresikan rasa cinta, dukungan, dan semangat kepada idol atau grup yang mereka idolakan. Ada jenis chant tertentu untuk lagu tertentu, bahkan untuk bagian-bagian khusus dalam lagu seperti intro, chorus, atau bagian solo.
Pada awalnya, chant ini lebih banyak berupa teriakan spontan dari para penggemar. Namun, seiring dengan perkembangan industri peridolaan, chant menjadi lebih sistematis. Grup-grup idol mulai melibatkan penggemar dengan memberikan panduan atau “official chants” yang bisa mereka ikuti. Hal ini menambah kekuatan dan kepaduan dalam penampilan idol di panggung, serta menciptakan pengalaman yang lebih berkesan bagi para penggemar.
Salah satu daya tarik utama dari chant adalah kekompakan yang tercipta di antara para penggemar. Bayangkan, dalam satu konser, ribuan penggemar yang hadir bisa berteriak dan bernyanyi bersama dalam harmoni yang penuh energi. Tidak ada yang lebih menggembirakan bagi seorang idol selain melihat para penggemarnya mendukung mereka dengan semangat yang luar biasa.
Setiap grup idol atau bahkan lagu tertentu memiliki chant yang berbeda, dan para penggemar harus menghafalnya jika ingin menunjukkan dedikasi mereka. Inilah yang menjadikan chant begitu spesial: ia adalah simbol kesetiaan dan kecintaan yang tak tergoyahkan. Selain itu, chant juga bisa menjadi simbol identitas grup atau fandom tertentu.
Chant dalam dunia peridolaan Jepang bukan hanya tentang teriakan atau sorakan tanpa makna. Ia adalah bahasa emosional yang menghubungkan idol dan penggemar, menciptakan hubungan yang kuat dan penuh makna. Dengan adanya chant, pengalaman menonton konser idol menjadi jauh lebih seru dan penuh energi. Bagi para penggemar, chant adalah cara terbaik untuk menunjukkan dukungan, semangat, dan kecintaan mereka kepada idol yang mereka cintai.
Kesimpulan : Jika Anda sedang berjalan-jalan di mall dan melihat ada event Jejepangan, dan di dalamnya ada sekelompok orang-orang yang terlihat sedang marah-marah atau bahkan marah-marah di lantai, jangan buru-buru berasumsi! Itu bukan wibu, karena wibu dan wota adalah dua budaya yang berbeda. Dan itu juga bukan orang gila atau orang stres, melainkan mereka sedang memberikan dukungan yang penuh semangat kepada member idol group yang tampil. Ya, mereka adalah wota, yang dengan penuh gairah dan energi memberikan semangat kepada idol kesayangan mereka melalui chant dan aksi khas yang hanya ada di dunia peridolaan Jepang!
contoh chant dalam JKT48